42

Operator taruhan online Dafabet tanda tangani kontrak dengan klub sepak bola Inggris Burnley FC sebagai sponsor utama. Klub yang berbasis di Lancashire itu merupakan pendatang baru di liga utama Inggris Premier League 2016-2017 setelah memenangkan Turnamen Sky Bet Footbal League Championship.

Berdasarkan kontrak, logo penyedia kasino dan taruhan online itu akan terpampang di dada jersey tim dewasa klub itu, baik di jersey home ataupun away. Menurut majalah E Gaming Gambling Insider, 17 Juni lalu, kontrak berlaku hingga dua musim pertandingan.

Kedua pihak pun sedang membicarakan kemungkinan kerjasama dengan departemen komunitas klub itu terkait sponsor tim juniornya. Diharapkan, kontrak tersebut akan memberikan Burnley senior dana yang dibutuhkan untuk persiapan Premier League.

Kepala Commercial Affairs Burnley FC Anthony Fairclough, “Sebelum memilih Dafabet, kami sudah memilah-milah puluhan organisasi lain dari seluruh dunia dengan latar belakang berbeda. Prosesnya cukup panjang.”

“Meski begitu, developer taruhan itu sudah membuktikan dirinya sebagai sponsor klub Premier League yang bisa membawa partner kerjasamanya maju.” Kata Fairclough. Dia menambahkan, pihaknya senang atas kerjasama yang mampu mempromosikan klub itu masuk Premier League.

John Cruces, Kepala Sponsorship dan Marketing Olahraga Dafabet berharap kontrak kerjasama sponsor itu dapat menguntungkan kedua pihak. “Mereka adalah pemenang Campionship musim lalu dan kami berharap besar mereka bisa mengulang prestasinya di Premier League nanti,” dia berkata.

Ketika masih di divisi Championship, Burnley disponsori sebuah perusahaan lokal Oak Furniture Land. Sementara itu, Dafabet masih memiliki kontrak dengan kesebelasan Skotlandia Celtic FC hingga empat tahun ke depan.

Belum beruntung

Sementara itu, salah satu penyedia jasa taruhan online Bet365 mengalami masa sulit. Bookmaker nomor satu menurut majalah EGaming Review Magazine 2015 itu pasalnya dikenai denda 2,75 miliar dollar AS atau setara 36,7 triliun rupiah.

Pasalnya, Bet365 dinilai membuat promosi yang menipu. Penyedia jasa itu mempromosikan pasang taruhan gratis hingga 200 dollar AS, padahal tidak begitu. Kenyataannya, sistem masih meminta semua pengunjung menyimpan dana dan bertaruh dengan jumlah tersebut sebelum mendapat bonus 200 dollar AS sesudahnya.

Selain itu, pemasang taruhan juga perlu bertaruh uang simpanan dan bonus 200 dollar itu tiga kali sebelum dana kemenangan bisa dicairkan. The Guardian, 10 Juni lalu melaporkan pada kenyataannya salah satu peserta promosi itu perlu memasang taruhan hingga 1.200 dollar AS sebelum mencairkan kemenangan sepeserpun.

Ketua Australian Competition and Consumer Comission (ACCC) Rod Sims menuntut perusahaan itu tidak sembarangan menggunakan kata “gratis” dalam promosinya. “Kata itu bisa menipu pemain baru yang kurang berpengalaman hingga terpaksa merogoh kocek lebih dalam,” kata dia.

Pihak Bet365 menerima sanksi itu dan menyatakan permasalahannya adalah “kesalahan teknis software” yang sudah diselesaikan bahkan sebelum surat peringatan ACCC diterima. “Pasalnya, peraturan Australia sangat ketat terutama dalam membuat atmosfer pertaruhan yang jujur. Kami tentu mengikuti semua peraturan itu,” menurut pernyataan resmi Bet365.